Ronaldo Dinyatakan Bersalah oleh UEFA karena Selebrasinya

Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo sudah didakwa oleh UEFA atas selebrasinya yang tidak senonoh pada saat babak 16 besar yang lalu.

Ronaldo tampil ganas dengan tiga gol bersarang di gawang Atletico Madrid.

Juve pun berhak lolos ke babak 8 besar dengan agregat 3-2. Saking girangnya Ronaldo, usai mencetak salah satu golnya, ia kemudian melakukan selebrasi tidak senonoh seperti yang dilakukan Diego Simeone.

Ia meniru gerakan tangan sembari seakan memengang (maaf) kemaluannya. Dari kelakuannya itu UEFA menindak lanjuti bahwa itu sebuah pelanggaran.

Orang yang ditiru, Simeone, sudah menerima hukuman dari UEFA dan diharuskan membayar 17 ribu pounds. Pelatih asal Argentina itu kemudian juga sudah meminta maaf atas selebrasinya tersebut dua hari kemudian.

Kini UEFA akhirnya menyoroti selebrasi Ronaldo. Mereka pun memutuskan bahwa pemain berusia 34 tersebut bersalah karena telah melakukan tindakan tidak senonoh.

Walaupun sudah dinyatakan bersalah, Akan tetapi sampai sekarang UEFA belum memberikan hukuman yang pantas bagi Ronaldo.

Guardiola Targetkan Man City Lolos ke Semifinal Liga Champions.

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, tak terlalu yakin timnya mampu merengkuh gelar juara di Liga Champions 2018-2019. Meski begitu, ia tetap optimis Man City bisa melaju ke babak semifinal Liga Champions musim ini.

Manchester City telah memastikan diri lolos ke babak perempatfinal Liga Champions 2018-2019. Kepastian ini didapat setelah mereka menang telak atas Schalke di laga leg II babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Etihad Stadium. Kemenangan 7-0 pada laga itu membuat Manchester City melaju ke perempatfinal dengan agregat skor 10-2.

Meski berhasil melaju mulus ke babak perempatfinal, Guardiola nyatanya tak mau sesumbar soal gelar juara di ajang Liga Champions. Sebab, pelatih berkepala plontos itu menyadari Manchester City tak memiliki rekor apik di ajang tersebut. Dengan kondisi ini, Manchester City– pun diyakini masih butuh waktu panjang untuk bisa menorehkan prestasi gemilang di Liga Champions.

Karena itu, Guardiola sudah merasa begitu gembira saat Manchester City berhasil melaju ke perempatfinal. Meski begitu, ia memastikan timnya tidak akan puas begitu saja dan masih akan terus berusaha untuk melaju ke babak-babak selanjutnya, termasuk ke semifinal.

“Ketika saya mengatakan kami adalah tim remaja, saya tidak mengatakan kami tidak akan bisa bertarung. Keberhasilan terbaik dalam sejarah Manchester City adalah semifinal. Ini tak sebaik Real Madrid dengan 13 gelar juara atau Barcelona, Liverpool, serta Juventus yang punya enam, tujuh, atau gelar di Liga Champions,” ujar Guardiola.

Musim ini, Real Madrid absen, Atletico dan PSG keluar. Ini tidak adil, tapi menunjukkan kompetisi sangat sulit. Ada tim yang luar biasa, jadi ketika kami melewati babak penyisihan grup.